FILOSOFI ERGONOMI
A. Definisi Ergonomi
1. Definisi Ergonomi: Ergonomi merupakan usaha
menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap pekerja untuk mencapai
produktivitas dan efisiensi semaksimal mungkin.
2. Definisi Ergonomi Menurut ILO: Ergonomi merupakan penerapan ilmu biologi ttg manusia bersama dgn ilmu
teknik dan teknologi perencanaan kerja untuk mencapai kesesuaian secara optimal
antara manusia dan pekerjaanya
untuk mencapai produktivitas, efisiensi kerja dan kesejahteraan kerja yg
setinggi-tingginya. Ergonomi disebut juga dengan human factor yang berarti menyesuaikan suasana kerja dengan
manusianya. Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktifitas rancang bangun
(desain) atau rancang ulang (re-desain).
Filosofi Ergonomi
Setiap rancangan desain
harus selalu memikirkan kepentingan manusia, yakni perihal keselamatan,
kesehatan, keamanan maupun kenyamanan. Sritomo(2000).
Tujuan Ergonomi
a.
Untuk
menciptakan lingkungan kerja yang dapat mengurangi angka cedera dan kesakitan
dalam pekerjaannya
b.
Menurunkan
biaya kecelakaan kerja
c.
Menurunkan
kunjungan berobat
d.
Mengurangi
ketidakhadiran pekerja
e.
Meningkatkan
produktifitas, kualitas dan keselamatan kerja
f.
Meningkatkan
tingkat kenyamanan pekerja dalam bekerja
Ruang lingkup penerapan ergonomi
1.
Pengaturan kerja fisik
2.
Perbaikan efisiensi kerja
3.
Penyesuaian mesin terhadap operator
4.
Konsumsi kalori sesuai dgn jenis pekerjaan
5.
Pencegahan kelelahan
6.
Pengorganisasian kerja yang tepat
7.
Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung
efisiensi kerja
- Unsur-unsur dalam penerapan ergonomi
1.
Manusia
2.
Alat
3.
Bahan
4.
Lingkungan
suatu kesatuan yang terdiri dari manusia, alat, bahan dan
lingkungan dimana bahan diproses oleh alat yang dioperasikan oleh manusia
(pekerja) dan semuanya itu berlangsung dalam suatu lingkungan (ruang kerja)
dapat disebut dengan sistem kerja.
SEJARAH ERGONOMI
Menurut Nurmianto (2008), istilah ergonomi mulai dicetuskan pada tahun 1949, akan tetapi aktivitas yang berkenaan dengannya mulai telah bermunculan beberapa tahun sebelumnya. Berikut adalah kejadian-kejadian pentingnya:
1. C.T Thackrah, England, 1831.
Thackrah adalah seorang dokter dari Inggris yang meneruskan pekerjaan dari seorang Italia bernama Ramazzini. Pada saat itu Thackrah mengamati sorang penjahit yang bekerja dengan posisi dan dimensi kursi meja yang kurang sesuai secara antropometri, serta pencahayaan yang tidak ergonomis sehingga mengakibatkan membungkuknya badan dan iritasi penglihatan.
2. F.W. Taylor, USA, 1898.
Ia adalah seorang insinyur Amerika yang menerapkan metode ilmiah untuk menentukan cara yang terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan. Beberapa metodenya merupakan konsep ergonomic dan manajeman modern.
3. F.B. Gilbreth, USA, 1911.
Gilbreth mengamati dan mengoptimasi metode kerja dalam hal ini lebih mendetail dalam analisa gerakan. Ia menunjukkan bagaimana postur membungkuk dapat diatasi dengan mendesain suatu system meja yang dapat diatur naik-turun.
4. Industrial Fatigue Research Body, England, 1918.
Badan ini didirikan sebagai penyelesaian masalah yang terjadi di pabrik amunisi pada Perang Dunia Pertama. Mereka menunjukkan bagaimana output setiap ahrinya meningkat dengan jam kerja yang per-harinya menurun . disamping itu mereka juga mengamati waktu siklus yang optimum untuk system kerja berulang dan menyarankan adanya variasi dan rotasi pekerjaa.
5. E. Mayo dan teman-temannya, USA 1933.
Ia adalah seorang warga Negara Australia, memulai beberapa studinya di suatu Perusahaan Listrik yaitu Western Electric Company, Hawthorne , Chicago. Tujuannya adalah mengkuantifikasi pengaruh dari variabel fisik seperti misalnya pencahayaan dan lamanya waktu istirahat terhadap factor efisiensi dari para operator kerja pada unit perakitan.
6. Perang Dunia Kedua, England dan USA.
Masalah yang adaa saat itu adalah penempatan dan identifikasi untuk pengendali pesawat terbang, efekrivitas alat peraga, handel pembuka, ketidaknyamanan karena terlalu panas atau terlalu dingin, desain pakaian untuk suasana yang terlalu dingin dan pengaruhnya pada kinerja operator.
7. Pembentukan Kelompok Ergonomi.
Pembentukan masyarakat peneliti ergonomic (the Ergonomics Research Society) di England pada tahun 1949 melibatkan beberapa professional yang telah banyak berkecimpung dalam bidang ini. Hal ini menghasilkan jurnal (majalah ilmiah) pertama dalam bidang ERGONOMI pada November 1957. Perkumpulan Ergonomi Internasional (The International Ergonomics Association) terbentuk pada tahun 1957, dan The Human Factors Society di Amerika pada tahun yang sama. Disamping itu patut diketahui bahwa Konferensi Ergonomi Australia yang pertama diselenggarakan pada tahun 1964, dan hal ini mencetuskan terbentuknya masyarakat Ergonomi Australia dan New Zealand (The Ergonomics Society of Australia and New Zealand).
Komentar
Posting Komentar